いらしゃいます!!

ここはりんのせかい。。。

みんなーさま、りにゅとブログよこそいらしゃいました!

チャットはわすれないで!^^

ありがとうございました!!

Tampilkan postingan dengan label Japan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Japan. Tampilkan semua postingan

Japan Earthquake: Magnitude 7.0 Temblor Hits Off Japan's Pacific Island

Minggu, 01 Januari 2012
 I'm really sad heard this new! why in the new year like that!!

GOD please save all! and dont make this accident again~

This is the news!


TOKYO — A 7.0-magnitude earthquake struck under the sea south of Japan on Sunday, shaking buildings in the capital but causing no apparent damage or tsunami.
The quake struck near the uninhabited island of Torishima in the Pacific Ocean, about 600 kilometers (370 miles) south of Tokyo, and its epicenter was about 370 kilometers (230 miles) below the sea, the Meterological Agency said. It did not generate a tsunami.
Buildings in the Tokyo area shook, but no damage or injuries were reported. Express trains in northern and central Japan were suspended temporarily for safety checks but later resumed.
No abnormalities were reported at power plants, including the crippled nuclear power plant in northeast Japan hit by the March earthquake and tsunami, public broadcaster NHK reported.
A massive earthquake and tsunami March 11 left nearly 20,000 people dead or missing. Japan, which lies along the Pacific "Ring of Fire," is one of the world's most seismically active countries.

credit : http://www.huffingtonpost.com/2012/01/01/japan-earthquake-magnitude_n_1178289.html

Want to have a Japan handphone?? Please read it~

Kamis, 28 Juli 2011
Sering nonton drama Jepang? serial tokusatsu? sering perhatiin handphone yang mereka pakai?. Handphone yang dipakai kebanyak orang jepang memang berbeda dengan apa yang sering terlihat di masyarakat indonesia. Seperti pada post “Nokia Tidak Laku di Jepang” orang Jepang lebih senang menggunakan produk lokal dibandingkan produk luar negeri. Pengen punya handphone Jepang? selidiki dahulu lebih dalam tentang dunia per handphone-an di Jepang.

1. Provider yang menyediakan handphone.
Ada 3 perusahaan provider besar di Jepang yaitu Softbank, NTT Docomo, dan AU KDDI. Di Jepang kita tidak memilih merek handphone seperti Nokia, Sony Ericsson, atau Samsung tetapi para provider tersebut sudah menyediakan paket handphone yang sudah terintegrasi dengan nomor dari provider tersebut. Sedangkan merek hanyalah merupakan pelengkap dan merupakan keputusan dari pihak provider untuk menggunakan merek apa.
2. Semua handphone adalah pasca bayar.
Semua pengguna harus mendaftar dahulu kepada provider untuk bisa menggunakan handphone. Sistempembayarannya pun seperti telepon rumah, alias pasca bayar (pakai dulu baru bayar sebesar penggunaanya). Biasanya pengguna juga disodorkan kontrak yang berisi jangka waktu pemakaian. Contohnya setahun, jika dalam setahun pengguna ingin berhenti menggunakannya maka pengguna terkena denda. Kelebihan dari sistem ini adalah handphone bisa di dapatkan dengan gratis (menggunakan kontrak tertentu).
3. Hampir semua handphone bertipe clamshell.
Ketika kita lihat di drama Jepang atau film Jepang hampir semua handphone yang mereka pakai bertipe clamshell. Karena memang dari semua provider kebanyakan memang menawarkan handphone bertipe clamshell. Handphone bertipe lain seperti candybar tidak terlalu disukai oleh masyarakat Jepang.
4. Tidak mengenal isi ulang.
Karena semua sistem yang digunakan adalah pasca bayar maka tidak ada isi ulang pulsa di Jepang. Satu handphone satu nomor. Bahkan untuk handphone asli keluaran Jepang tidak akan ditemukan slot untuk memasang simcar di belakang handpone seperti yang biasa kita temui di Indonesia.
5. Tidak bebas sms.
Provider di Jepang tidak memberikan layanan sms secara bebas. Artinya mereka hanya memberikan layanan sms ke sesama provider saja. Jadi sms tidak bisa dilakukan antar provider. Untuk mengirimkan pesan antar operator pengguna bisa menggunakan email. Hampir sama seperti email di gmail.com ataupun yahoo.com hanya saja email di handphone jepang biasanya disediakan oleh providernya. Contohnya pengguna@docomo.ne.jp atau pengguna@softbank.ne.jp untuk handphone jenis baru bisa langsung menggunakan email yang tersedia di dunia maya seperti gmail.com, yahoo.com.
6. Handphone gratis.
Seperti pada point nomor 2 diatas. Handphone seri-seri tertentu bisa diperoleh dengan cara gratis. , yang tentunya dengan syarat-syarat tertentu pula. Biasanya handphone gratis ini buka untuk seri keluaran yang terbaru, meskipun bukan handphone jenis lama dan ketinggalan jaman. Tapi ingat karena handphone itu butuh registrasi dan persyaratan yang bermacam-macam sebelum memiliki handphone gratis baca dan pahami dulu isi dari kontrak yang disodorkan pihak provider. Dan satu lagi Handphone tidak akan bisa dipakai diluar Jepang.
7. Tidak ada jual handphone bekas.
Di Jepang kita jarang akan menemui penjualan handphone bekas atau bahkan tidak ada. Semua itu dikarenakan sistem penjualan handphone baru yang murah bahkan hingga 0 yen menyebabkan handphone bekas tidak akan laku. Kecuali handphone yang akan digunakan oleh orang Jepang untuk keluar negeri.
8. Orang asing ingin punya handphone.
Jika orang asing ingin memiliki handphone di Jepang akan menempuh persyaratan yang lumayan lebih rumit. Seperti surat jaminan dari tempat kerja, surat jaminan dari sekolah. Jadi tagihan telepon akan langsung di bebankan kepada pihak penjamin. Selain itu masih ada kontrak lama penggunaan yang harus dipenuhi.
9. Ganti provider tanpa ganti nomor.
Ya mulai tahun 2006 ada sistem baru yang disebut MNP (Mobile Number Portability) dimana kita bisa ganti provider tanpa harus ganti nomor telepon kita.
10. Harga pulsa.
Hampir sama seperti di Indonesia harga pulsa yang di janjikan oleh provider Jepang berfariasi. Tergantung dengan strategi marketing tiap provider juga. Ada yang telpon gratis 24 jam dan lain sebagainya.
Sedikit tentang bagaimana memiliki handphone di Jepang. Masih ingin punya handphone Jepang?
sumber: kaskus

Perairan Indonesia Aman dari Radiasi Nuklir Jepang

Jumat, 25 Maret 2011
Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad meyakinkan laut Indonesia aman dari efek radiasi meledaknya reaktor nuklir di Fukushima, Jepang. "Efek langsungnya terhadap laut Indonesia dipastikan sangat minimal," kata Fadel di Jakarta, Rabu (23/3).

Menurut Fadel, kecil sekali perairan Indonesia tercemar. Pun andainya perairan laut di sekitar Fukushima tercemar senyawa radiokatif, efek senyawa itu akan mengecil akibat proses pengenceran yang terjadi sepanjang perjalanan yang berjarak ribuan mil laut dari Jepang menuju Indonesia.

Selain itu, ujar dia, dengan memperhatikan pola arus permukaan global, maka kemungkinan pencemaran perairan yang ada di Jepang dan sekitarnya untuk terbawa ke perairan Indonesia juga relatif kecil. Sedangkan ikan yang hidup di perairan Pasifik bagian utara seperti kawasan perairan Jepang, lanjutnya, berbeda populasinya dengan ikan di perairan Pasifik sebelah selatan termasuk di sekitar khatulistiwa.

"Ikan-ikan yang menyebar di sekitar perairan Jepang kemungkinan kecil bermigrasi ke wilayah perairan di bawah 10 derajat Lintang Utara, apalagi sampai ke perairan Indonesia," katanya.

Karenanya, Fadel menyatakan isu tentang ikan di Indonesia tercemar radiasi nuklir asal Jepang adalah tidak benar. Fadel juga menuturkan, bencana nuklir Fukushima diperkirakan masih jauh lebih kecil dibanding dengan krisis nuklir yang terjadi di Chernobyl pada 1986.

"Hal tersebut menunjukan bahwa bencana Fukushima hanya menimbulkan dampak yang kecil pada ekosistem laut laut Jepang, sehingga tidak akan menyebabkan laut Indonesia maupun biota di dalamnya menjadi tercemar," katanya.(Ant/ICH)

Penghargaan dari Jepang: Keluarga Rita Kaget

Kamis, 24 Maret 2011

SEMARANG, KOMPAS.com - Rita Retnaningtyas (35), seorang perawat asal Semarang mendapat penghargaan dari Pemerintah Jepang, karena dedikasinya terhadap pekerjaan dan kemanusiaan.
Bambang Wagiman, suami Rita mengaku tidak menyangka istrinya memiliki keberanian untuk bertahan di Rumah Sakit Miyagi International dan menolong pasien dibanding menyelamatkan diri.
Dihubungi via telepon, Rabu (23/3/2011) kemarin, Bambang sudah berada di Jakarta guna menjemput istrinya. Ia mengaku mendengar istrinya mendapat penghargaan dari Pemerintah Jepang justru dari wartawan. "Sepanjang hari ini, saya sudah menerima telepon beberapa kali oleh teman-teman anda," kata Bambang Wagiman.
Kabar menggembirakan itu, disambut suka cita oleh dua buah hatinya, Septiawan Putra Kusuma (12) dan Abian Haikal Caesario (7). Rita Retnaningtyas bekerja di Miyagi Nasional Hospital sejak tahun 2009.
Kali ini Rita pulang karena memang seluruh TKI diijinkan dievakuasi. Pihak Miyagi National Hospital juga sudah memberi ijin kepulangan. Ibu kandung Rita, Juminah (56) menyebutkan, Rita berangkat ke Jepang tahun 2009. Saat itu ia masih berstatus sebagai perawat di RS Tlogorejo Semarang. Ia berangkat ke Jepang setelah mendapat pelatihan khusus.
"Awal ada gempa, kami panik karena tak bisa kontak dia. Baru seminggu sesudahnya Rita mengontak keluarga," kata Juminah, di rumahnya, kawasan Banyumanik Semarang.
Rita mendapat penghargaan karena menjalankan misi kemanusiaan menolong korban-korban gempa dan tsunami di kawasan Miyagi, Aomori, Fukushima, Ibaraki, dan Iwate.
Di lima wilayah tersebut terdapat 35 perawat asal Indonesia. Semua perawat di lima prefektur atau provinsi ini selamat dari gempa, tsunami, maupun radiasi reaktor nuklir. Dari semua yang selamat, Rita termasuk salah satu yang bertahan dan tidak bersedia mengungsi, agar bisa mengabdikan diri pada kemanusiaan.

KIsah para Korban Tsunami di Jepang

Kamis, 17 Maret 2011
SEORANG perempuan berusia 70 tahun ditemukan hidup, empat hari setelah gempa dan tsunami mengguncang Jepang. Juru bicara Dinas Pemadam Kebakaran Osaka, Jepang barat, Yuko Kotani, mengatakan, perempuan itu ditemukan di dalam rumahnya yang tersapu tsunami di Prefektur Iwate, Jepang timur laut. Para petugas penyelamat dari Osaka dikirim ke daerah itu untuk operasi penyelamatan.
Perempuan tersebut, namanya tidak disebutkan, sadar, tetapi menderita hipotermia dan sedang dirawat di rumah sakit. Berita penyelamatannya itu merupakan kabar menggembirakan di antara kisah-kisah sedih korban bencana. Dua hari sebelumnya, seorang pria berusia 60 tahun diselamatkan dari atap rumahnya yang terseret dan mengapung di laut. Hiromitsu Shinkawa ditemukan oleh kapal perusak Kementerian Pertahanan Jepang sekitar 15 kilometer dari pantai.
Rumah Shinkawa di kota Minami Soma, Prefektur Fukushima, tercabut dari fondasinya dan tersapu ke laut oleh arus balik tsunami. Dia terlihat melambai-lambaikan sepotong kain merah sambil berpegang erat pada reruntuhan rumahnya. Shinkawa mengatakan, tsunami menghantam saat dia dan istrinya kembali ke rumah untuk membawa beberapa harta benda setelah gempa. Istrinya tersapu dan hilang.
”Beberapa helikopter dan kapal lewat, tetapi melihat saya. Saya kira hari itu akan menjadi hari terakhir dalam hidup saya,” kata Shinkawa, dikutip oleh seorang juru bicara badan pertahanan. ”Saya lari setelah mendengar tsunami datang, tetapi kembali lagi untuk mengambil sesuatu dari rumah. Saya selamat karena berpegang erat pada atap rumah saya,” ujarnya lebih lanjut.
Shinkawa dilaporkan dalam kondisi baik setelah dibawa ke rumah sakit dengan helikopter.
Para lansia pun selamat
Kaori Ohashi juga selamat dari bencana alam gempa dan tsunami itu. Ohashi menyaksikan dengan kengerian saat gelombang lumpur penuh puing menghantam rumah-rumah dan meratakan ladang-ladang. Dia bergegas ke arah rumah perawatan lansia tempatnya bekerja.
Dia melihat mobil-mobil dan pengemudinya terlempar oleh arus air yang mengamuk itu. Korban-korban lain berpegang erat pada pohon-pohon sebelum tsunami menyeret mereka. ”Saya kira hidup saya selesai,” kata Ohashi saat menceritakan kisah dua malam yang mengerikan terperangkap di dalam panti dengan 15 tenaga staf dan 200 lansia setelah bencana hari Jumat lalu itu.
Ohashi (39), ibu dua anak, kini tinggal di sebuah sekolah di Sendai, ibu kota Prefektur Miyagi, bersama 400 pengungsi lainnya. Setiap kali gempa susulan mengguncang gedung, dia melompat untuk memeluk putrinya yang berusia dua tahun.
Hari Jumat, saat lantai satu dari panti itu dipenuhi air berwarna gelap, Ohashi dan rekan-rekan kerjanya berjuang membawa para lansia ke lantai dua dan tiga.
Ohashi dan rekan-rekannya terus sibuk mengurus para lansia itu, memberi mereka makan sedikit tuna kaleng dan sedikit roti dengan senter. Dalam gelap gulita, para tenaga staf membantu para lansia tidur di tikar.
”Kami dalam isolasi total. Kami takut meninggalkan panti karena tsunami dan gempa bisa sewaktu-waktu terjadi,” kata Ohashi yang kemudian bisa menghubungi putranya yang berusia 12 tahun lewat telepon seluler.
Hari Minggu, saat air sudah surut, sebuah tim penyelamat darurat tiba di rumah perawatan itu. Mereka membuka jalan bagi para lansia untuk menyelamatkan diri. Tak ada yang cedera.
Ohashi bertemu keluarganya di tempat penampungan di Sendai. ”Saya begitu gembira melihat putra dan putri saya. Saya tak punya kata-kata untuk mengungkapkannya. Saya begitu bahagia,” ungkapnya.

source Yahoo

~Sepasang Panda Raksasa Selamat dari Gempa Jepang~

Senin, 14 Maret 2011
Metrotvnews.com, Chengdu: Sepasang panda raksasa di kebun binatang Tokyo, Jepang, selamat dari gempa berkekuatan 8,9 skala Richter. Demikian menurut Pusat Penelitian dan Perlindungan Panda China, Sabtu (12/3).

Dua panda itu, yang betina bernama Xian Nu dan yang jantan bernama Bi Li, makan, bermain dan tidur seperti biasa usai guncangan kuat dirasakan di Tokyo. Keduanya tiba di Kebun Binatang Ueno pada 21 Februari 2011 untuk tinggal di Jepang selama 10 tahun.

Xian Nu juga selamat dari gempa bumi berkekuatan 8,1 SR di Sinchuan pada 12 Mei 2008. Xian Nu dikirim untuk bergabung dengan Bi Li dari kebun binatang di kota sebelah selatan China Guangzhou pada Juni di tahun yang sama dengan terjadinya gempa.

Xian Nu dan Bi Li yang diberi nama Jepang "Shin Shin" dan "Ri Ri" sama-sama berusia lima tahun. Kedua panda itu lahir di penangkaran dan dapat hidup hingga lebih dari 25 tahun.

Gempa bumi besar berkekuatan 8,9 SR yang mengguncang pantai timur Jepang di pulau Honsu terjadi pada Jumat pukul 14.46 waktu setempat (pukul 12.46 WIB) yang menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan besar.(Ant/RAS)

Gempa Jepang Ternyata Sudah Diprediksi Sebelumnya

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO--Gempa yang memorak-porandakan Jepang, Jumat lalu,  ternyata sudah diramalkan sebelumnya. Namun, para peneliti tidak tahu kalau kekuatan gempa itu sangat dahsyat.
Sadayuki Kitagawa, peneliti di divisi Penelitian Seismik mengatakan bahwa sebetulnya mereka sudah meramal akan terjadi gempa bumi di sekitar pantai Fukushima dan Ibaraki.
Yang mereka tidak tahu adalah besaran kekuatan gempa itu dan akan terjadi tsunami. "Kami memang sudah memprediksi akan ada gempa dengan kekuatan 8 atau lebih kecil, tapi tidak yang sebesar ini," katanya.
Ia menambahkan, kekuatan gempa Jumat akan membuat rentetan gempa susulan yang diperkirakan berlangsung untuk sementara waktu. Kitagawa mengatakan, gempa dahsyat itu menyerupai gempa di Aceh 2004 yang juga menimbulkan tsunami besar Samudera Hindia.
Sementara Bloomberg News melaporkan, lembaga geologi Italia mengklaim gempa Jepang menggeser poros bumi sekitar 10 cm.