いらしゃいます!!

ここはりんのせかい。。。

みんなーさま、りにゅとブログよこそいらしゃいました!

チャットはわすれないで!^^

ありがとうございました!

Want to have a Japan handphone?? Please read it~

Kamis, 28 Juli 2011
Sering nonton drama Jepang? serial tokusatsu? sering perhatiin handphone yang mereka pakai?. Handphone yang dipakai kebanyak orang jepang memang berbeda dengan apa yang sering terlihat di masyarakat indonesia. Seperti pada post “Nokia Tidak Laku di Jepang” orang Jepang lebih senang menggunakan produk lokal dibandingkan produk luar negeri. Pengen punya handphone Jepang? selidiki dahulu lebih dalam tentang dunia per handphone-an di Jepang.

1. Provider yang menyediakan handphone.
Ada 3 perusahaan provider besar di Jepang yaitu Softbank, NTT Docomo, dan AU KDDI. Di Jepang kita tidak memilih merek handphone seperti Nokia, Sony Ericsson, atau Samsung tetapi para provider tersebut sudah menyediakan paket handphone yang sudah terintegrasi dengan nomor dari provider tersebut. Sedangkan merek hanyalah merupakan pelengkap dan merupakan keputusan dari pihak provider untuk menggunakan merek apa.
2. Semua handphone adalah pasca bayar.
Semua pengguna harus mendaftar dahulu kepada provider untuk bisa menggunakan handphone. Sistempembayarannya pun seperti telepon rumah, alias pasca bayar (pakai dulu baru bayar sebesar penggunaanya). Biasanya pengguna juga disodorkan kontrak yang berisi jangka waktu pemakaian. Contohnya setahun, jika dalam setahun pengguna ingin berhenti menggunakannya maka pengguna terkena denda. Kelebihan dari sistem ini adalah handphone bisa di dapatkan dengan gratis (menggunakan kontrak tertentu).
3. Hampir semua handphone bertipe clamshell.
Ketika kita lihat di drama Jepang atau film Jepang hampir semua handphone yang mereka pakai bertipe clamshell. Karena memang dari semua provider kebanyakan memang menawarkan handphone bertipe clamshell. Handphone bertipe lain seperti candybar tidak terlalu disukai oleh masyarakat Jepang.
4. Tidak mengenal isi ulang.
Karena semua sistem yang digunakan adalah pasca bayar maka tidak ada isi ulang pulsa di Jepang. Satu handphone satu nomor. Bahkan untuk handphone asli keluaran Jepang tidak akan ditemukan slot untuk memasang simcar di belakang handpone seperti yang biasa kita temui di Indonesia.
5. Tidak bebas sms.
Provider di Jepang tidak memberikan layanan sms secara bebas. Artinya mereka hanya memberikan layanan sms ke sesama provider saja. Jadi sms tidak bisa dilakukan antar provider. Untuk mengirimkan pesan antar operator pengguna bisa menggunakan email. Hampir sama seperti email di gmail.com ataupun yahoo.com hanya saja email di handphone jepang biasanya disediakan oleh providernya. Contohnya pengguna@docomo.ne.jp atau pengguna@softbank.ne.jp untuk handphone jenis baru bisa langsung menggunakan email yang tersedia di dunia maya seperti gmail.com, yahoo.com.
6. Handphone gratis.
Seperti pada point nomor 2 diatas. Handphone seri-seri tertentu bisa diperoleh dengan cara gratis. , yang tentunya dengan syarat-syarat tertentu pula. Biasanya handphone gratis ini buka untuk seri keluaran yang terbaru, meskipun bukan handphone jenis lama dan ketinggalan jaman. Tapi ingat karena handphone itu butuh registrasi dan persyaratan yang bermacam-macam sebelum memiliki handphone gratis baca dan pahami dulu isi dari kontrak yang disodorkan pihak provider. Dan satu lagi Handphone tidak akan bisa dipakai diluar Jepang.
7. Tidak ada jual handphone bekas.
Di Jepang kita jarang akan menemui penjualan handphone bekas atau bahkan tidak ada. Semua itu dikarenakan sistem penjualan handphone baru yang murah bahkan hingga 0 yen menyebabkan handphone bekas tidak akan laku. Kecuali handphone yang akan digunakan oleh orang Jepang untuk keluar negeri.
8. Orang asing ingin punya handphone.
Jika orang asing ingin memiliki handphone di Jepang akan menempuh persyaratan yang lumayan lebih rumit. Seperti surat jaminan dari tempat kerja, surat jaminan dari sekolah. Jadi tagihan telepon akan langsung di bebankan kepada pihak penjamin. Selain itu masih ada kontrak lama penggunaan yang harus dipenuhi.
9. Ganti provider tanpa ganti nomor.
Ya mulai tahun 2006 ada sistem baru yang disebut MNP (Mobile Number Portability) dimana kita bisa ganti provider tanpa harus ganti nomor telepon kita.
10. Harga pulsa.
Hampir sama seperti di Indonesia harga pulsa yang di janjikan oleh provider Jepang berfariasi. Tergantung dengan strategi marketing tiap provider juga. Ada yang telpon gratis 24 jam dan lain sebagainya.
Sedikit tentang bagaimana memiliki handphone di Jepang. Masih ingin punya handphone Jepang?
sumber: kaskus

1 コメンット:

  1. Jeng hana mengatakan...:

    jadi males beli hp di jepang. ribet =.=

Posting Komentar